Akhirnya, gua kembali menulis di blog ini lagi. Kali ini, gua mau sharing pengalaman gua ngehadapain SBMPTN (Susah Banget Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Gua rasa ini bakal jadi cerita yang amat panjang “but Darling, stay with me“.
Sebelum gua masuk ke topik yang akan gua bicarain, akan lebih baik gua ceritain tentang diri gua secara singkat. Nama gua Vincent. Gua alumni SMA Sinar Dharma. Pas tahun 2014, gua sudah diterima di Universitas Indonesia jurusan Teknik Komputer lewat jalur SBMPTN.
1) Cent, lu ikut SNMPTN ga?
Ga.
2) Lho, alasannya ?
Soalnya SMA gua masih tergolong baru. Jadi gua memilih buat ga ikut SNMPTN karena faktor sekolah. *realistis*
Oke, gua lanjutin lagi. Sebelum mendaftar SBMPTN, gua udah mendaftar di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta yang sekiranya ada nama di bidang Teknologi Informasi. Gara – gara cuma dapat potongan kecil, biaya pendaftarannya jadi mahal banget. *sedih*
Awalnya sih, gua ikut SBMPTN 2014 karena iseng – iseng aja, soalnya pengen ngerasain soal SBMPTN yang katanya susah banget. Terus, gua mikirnya siapa tahu gua hoki keterima di PTN. Oh ya, pilihan gua pas SBMPTN 2014 :
- Kedokteran – UI
- Teknologi Informasi – UGM
- Teknik Komputer – UI.
Dengan bermodalkan belajar sehabis UN kurang lebih 1 bulan dan hasilnya?
Pengumuman SBMPTN 2014
Gua senang banget bisa keterima di pilihan ketiga. Sesudah itu, gua langsung kasih tahu ke keluarga gua.
Gua juga ke SMA gua buat kasih tahu ke guru – guru gua sekalian minta pendapat mau milih yang di PTN atau PTS. Hampir sebagian besar guru – guru gua saranin lebih baik milih UI dengan berbagai alasan. Bahkan saking excitednya, gua sama guru yang mengajar Bahasa Indonesia bernama pak Taufik mengupas tuh jurusan gua dari fasilitas sampai kurikulum. Kemudian, pak Taufik pengen mengkonfirmasi pengumuman SBMPTN gua di laptopnya. Gua langsung masuk ke website SBMPTN dan gua masukkin nomor peserta sama tanggal lahir. Boom! Pengumumannya keluar deh.
Pas itu, guru TIK SMA gua bernama bu Minarni datang tuh, dia juga melihat pengumumannya bersama pak Taufik. Bu Minarni yang tahu pas SMA gua pengennya masuk Teknologi Informasi, langsung jelasin ke gua kalau jurusan Teknik Komputer yang gua pilih berbeda dan harusnya gua milih Ilmu Komputer. Kalau kalian juga kurang paham tentang hal ini , gua saranin kalian baca post dari zeniusblog yang Mengupas Jurusan Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Kecewa? Ya, sangat sangat kecewa. Habis pulang dari sekolah, gua langsung diskusi dengan keluarga, dan gua memutuskan untuk memilih UI. Soalnya gua pengen meringankan beban orang tua walaupun kata orang tua gua bilang ga jadi masalah kalau mau pilih PTS.
Setelah gua mendaftar ulang dan mengikuti berbagai macam ospek, akhirnya gua resmi menjadi mahasiswa di universitas dengan nama negara kita dan akan menjalani dunia perkuliahan.
Awalnya, gua sangat menikmati atmosfer dari perkuliahan. Tapi, semua berubah sejak negara api menyerang pas pertengahan semester 1 tepatnya, pikiran gua mengalami pergulatan.
Apakah ini benar – benar passion gua?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar