Minggu, 28 Mei 2017

CARITA

    Rapot saya ditolak panitia SNMPTN, saya IPA yang mencoba peruntungan di IPS, saya tidak bimbel, saya diam-diam meminjam 12 buku IPS diperpus sekolah padahal batas peminjaman buku hanya 3 buku saja, diragukan kemampuannya oleh saudara saya yang (jauh) lebih pintar, saya pernah malu saat teman-teman saya selalu bertanya di PTN mana saya akan kuliah, saya pernah parno buka twitter sendiri, dan saya sempat frustasi.”

    kutipan diatas adalah pengalaman miris saya yang sekarang bisa saya banggakan dan bisa jadi cerminan betapa ‘fiuh’nya perjuangan saya mencari kuliah. T^T
    Mungkin kenalan dulu ya.. nama saya Silvia, teman-teman biasa memanggil saya dengan sebutan imut “Cipi” hahaha saya sekarang kuliah di salah satu universitas negeri di Bandung.╭ (′▽`)╯
    --------------

    kali ini saya ingin menceritakan tentang keluh-kesah jungkir-balik jatuh-bangun saya berburu perguruan tinggi negeri. Kalian boleh panggil saya kakak (biar akrab) karena yakin yang baca artikel ini adek-adek dibawah angkatan saya J

    sekedar berbagi pengalaman, waktu kelas X saya memutuskan diri untuk masuk jurusan sains (IPA) karena tiga dorongan: kebanyakan teman-teman saya masuk IPA semua, IPA itu bisa masuk kemana aja, dan saudara-saudara yang juga mengajar disana kebanyakan guru IPA juga.

    Konyol sih, masuk IPA gara-gara tiga alasan itu PADAHAL minat dan bakat jelas-jelas IPS banget. Lebih suka baca teori daripada ngitung. Lebih suka dengerin sejarah daripada dengerin rumus O_O. oleh karena itu saya salut sama adik-adik yang mantap memilih jurusan IPS karena kebanyakan anak IPS itu konsisten, jarang cross jurusan.

    Walaupun belajar IPA nya mendet, keseret-seret karena ya tadi, minatnya bukan disitu, namun saya masih bisa dapet ranking 5 besar dikelas. Ya jujur sih kebantu sama mata pelajaran non-eksak hahaha.

    Nah kelas 12 datang juga, awal-awal binggung tuh milih jurusan buat SNMPTN bahkan nge-blank banget karena jurusan yang diminati IPS semua sedangkan hoaxnya SNMPTN ga boleh cross jurusan. But you must know, its not true. SNMPTN bisa untuk cross jurusan karena buktinya ada temen saya yang malah lulus di jurusan IPS. Hiks berasa kudet.

    Yaudah, akhirnya saya asal masukin jurusan.. waktu itu SNMPTN milih Pendidikan Biologi sama Pendidikan Kimia. Dalam hati udah geer duluan nih, “Ah masuk 5 besar ini, masa sih ga masuk”.

    But, jreng jreng jreng I’M OFFICIALY DITOLAK panitia SNMPTN. Sempet patah hati banget sama panitia-nya plus karena satu kelas ga ada yang tembus, satu kelas sempet bertanya-tanya “Wah ada apaan nih” “Ada masalah apa sama wali kelasnya?”. Tapi saya saat itu masih bisa keep smile, its not the right time for give up.

    Mulai cari-cari informasi buat SBMPTN, kesempatan nih buat masuk jurusan IPS. Awalnya mau pilih IPC tapi dipikir-pikir “Ah males harus ngapalin fisika” jadi diputuskan langsung belok jurusan Soshum tanpa membawa embel-embel IPA lagi. Say bye for science, honestly I don’t really like you. Hahaha.

    Fix daftar jurusan Soshum, langsung galau karena 2 tahun ga pernah belajar pelajaran IPS. Apa kabar dengan ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi? Ditambah saya selama ini ga pernah ambil les/bimbel apapun, semua belajar dirumah.

    Akhirnya memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sekolah dengan harapan boleh pinjem buku IPS kelas X, XI dan XII, tapi dasar cobaan penjaga perpustakaannya bilang “hanya boleh pinjem maksimal 3 buku”. Otak langsung binggung nih cari cara biar bisa pinjem 12 buku IPS dari cara halus sampai akhirnya saat penjaga perpustakaannya pergi sebentar saya dengan diam-diam meminjam 12 buku itu sekaligus, Crazy tapi namanya juga pengorbanan. Buru-buru tuh nulis buku pinjaman dan langsung pulang terbirit-birit dalam hati selalu bilang gini “nanti aku balik kesini, ngembaliin buku dengan kabar gembira aku diterima PTN ya mas ben (nama penjaga perpus)”

SBMPTN

Akhirnya, gua kembali menulis di blog ini lagi. Kali ini, gua mau sharing pengalaman gua ngehadapain SBMPTN (Susah Banget Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Gua rasa ini bakal jadi cerita yang amat panjang “but Darling, stay with me“.
Sebelum gua masuk ke topik yang akan gua bicarain, akan lebih baik gua ceritain tentang diri gua secara singkat. Nama gua Vincent. Gua alumni SMA Sinar Dharma. Pas tahun 2014, gua sudah diterima di Universitas Indonesia jurusan Teknik Komputer lewat jalur SBMPTN.

1) Cent, lu ikut SNMPTN ga?
Ga.
2) Lho, alasannya ?
Soalnya SMA gua masih tergolong baru. Jadi gua memilih buat ga ikut SNMPTN karena faktor sekolah. *realistis*
Oke, gua lanjutin lagi. Sebelum mendaftar SBMPTN, gua udah mendaftar di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta yang sekiranya ada nama di bidang Teknologi Informasi. Gara – gara cuma dapat potongan kecil, biaya pendaftarannya jadi mahal banget. *sedih*
Awalnya sih, gua ikut SBMPTN 2014 karena iseng – iseng aja, soalnya pengen ngerasain soal SBMPTN yang katanya susah banget. Terus, gua mikirnya siapa tahu gua hoki keterima di PTN. Oh ya, pilihan gua pas SBMPTN 2014 :
  1. Kedokteran – UI
  2. Teknologi Informasi – UGM
  3. Teknik Komputer – UI.
Dengan bermodalkan belajar sehabis UN kurang lebih 1 bulan dan hasilnya?

Pengumuman SBMPTN 2014
Gua senang banget bisa keterima di pilihan ketiga. Sesudah itu, gua langsung kasih tahu ke keluarga gua.
Gua juga ke SMA gua buat kasih tahu ke guru – guru gua sekalian minta pendapat mau milih yang di PTN atau PTS. Hampir sebagian besar guru – guru gua saranin lebih baik milih UI dengan berbagai alasan. Bahkan saking excitednya, gua sama guru yang mengajar Bahasa Indonesia bernama pak Taufik mengupas tuh jurusan gua dari fasilitas sampai kurikulum. Kemudian, pak Taufik pengen mengkonfirmasi pengumuman SBMPTN gua di laptopnya. Gua langsung masuk ke website SBMPTN dan gua masukkin nomor peserta sama tanggal lahir. Boom! Pengumumannya keluar deh.
Pas itu, guru TIK SMA gua bernama bu Minarni datang tuh, dia juga melihat pengumumannya bersama pak Taufik. Bu Minarni yang tahu pas SMA gua pengennya masuk Teknologi Informasi, langsung jelasin ke gua kalau jurusan Teknik Komputer yang gua pilih berbeda dan harusnya gua milih Ilmu Komputer. Kalau kalian juga kurang paham tentang hal ini , gua saranin kalian baca post dari zeniusblog yang Mengupas Jurusan Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Kecewa? Ya, sangat sangat kecewa. Habis pulang dari sekolah, gua langsung diskusi dengan keluarga, dan gua memutuskan untuk memilih UI. Soalnya gua pengen meringankan beban orang tua walaupun kata orang tua gua bilang ga jadi masalah kalau mau pilih PTS.

Setelah gua mendaftar ulang dan mengikuti berbagai macam ospek, akhirnya gua resmi menjadi mahasiswa di universitas dengan nama negara kita dan akan menjalani dunia perkuliahan.
Awalnya, gua sangat menikmati atmosfer dari perkuliahan. Tapi, semua berubah sejak negara api menyerang pas pertengahan semester 1 tepatnya, pikiran gua mengalami pergulatan.
Apakah ini benar – benar passion gua?

bersyukur yaaa

Hai hai haloo.
Saya hadir kembali untuk menulis di sini.  Dari beberapa waktu lalu terlintas sebuah ide untuk mengaktifkan blog ini seperti yang saya lakukan pada masa kuliah dulu. Yupp, menorehkan tinta-tinta perjuangan di sini.
Banyak kisah dan pengalaman menarik yang sudah saya lewati sampai saat ini. Berbagi pengalaman merupakan salah satu cara bijak yang bisa dilakukan.
Di tulisan kali ini saya ingin mengucapkan rasa syukur.
Rasa syukur ini penting agar kejadian apapun yang dialami oleh kita, entah menyenangkan entah menyedihkan, kita harus tetap bersyukur. InsyaAllah, Allah akan menambah nikmat kita.
Allah SWT berfirman
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Ya Allah terima kasih atas segala kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku. Engkau telah mengantarkan saya sampai pada posisi saat ini. Engkau telah mengirimkan keluarga dan teman-teman yang sungguh luar biasa. Engkau telah memudahkan urusan-urusanku. Jadikan hamba-Mu ini hamba yang selalu bersyukur kepada-Mu. Aamiin.
The following two tabs change content below.

maunya apa?

Suatu hari seorang sahabat saya pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.
Ketika teman saya sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata teman saya tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Lalu sang teman mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara. Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.
Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan Biaya yang tidak pernah saya batasi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yang mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.
Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit-sakitan.
Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita idalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

leberan di jogja

sekitar pertengahan bulan mei tahun 2016 aku sudah tinggal di kota yogyakarta yang orang bilang ini adalah kota istimewa, berpenduduk ramah, berbudaya baik, tertib, dan menjunjung tinggi etika. aku berangkat dari lampung berempat bersama teman-teman seangkatan, kita berempat baru selesai pengambian selama setahun di salh satu pondok pesantren  yang berada di lampung selatan, pada waktu itu kita bareng-bareng mengikuti SBMPTN dan kebetulan kita belokasi yang sama yuakni di Universitas vetran atau UPN, berangkat menggunakan bis dari pelabuhan merak banten menuju yogyaarta, sesampainya di jogja kita berpisah menuju teman lama kita  asing masing yang berada di yogyakarta, tanggal 25 mei kita ketemuan bareng di Universitas veteran itu untum mengikuti SBMPTN setelah itu kita pulang ke kos teman kita masing masings,

hari berlalu selain mengikuti SBMPTN pun kami selalu belajar untuk bisa mengikuti Ujian Mndiri yang di lakukan oleh perguruan negri di yogyakarta, seperti universitas negri yogyakarta dan universitas gajah mada, keyakinan yang ada pada hati kita lah yang menjadikan kita selalu optimis untuk selalu berjuan mesuk keperguruan negri di kota istimewa ini. sekalipun ada ras pesimis karrena begitu banyak orang yang mengincar kota pendidikan ini sebagai kelanjutan mengenyam pendidikan. tidak main begitu banyaknya orang yang datang dari seluruh pelosok indonesia hanya untuk bisa belajar di kota ini, banyak orang yang ku temui, baerbagai latar belakang dan cara mereka untuk mendapatkan satu kursi yang di sediakan oleh unuversiatas- universiatass di yogyakarta ini.

heran dan terharu pun ku rasakan melihat begitu banyaknya para pemburu unuversaitas negri ini erutama unuversitas yang mshur di indonesia ini yakni UGM yahhh itulah salah satu Universitas idaman ku mungkin tidak hanya aku tapi sebagian besar mahasiswa yang kuliah di yogyakarta ini menginginkan status sebagai mahasiswa UGM. aku bertanya tanya apa yang mereka cari ?????

belajar siang malam, ikut les sana sini agar bisa masuk ke perguruan tinggi UGM itu yang notabene nya Universitas umum tidak ada basic agama di dalam prodinya. artinya mreka smua hanya mencari kebahagian dunia semata, kesuksesan di dunia yang di kejar dan di perjuangkan siang malam, menguras waktu, pikiran, bahkan materi unuk memperjuangkan nya. apakah kebahagian dunuia sajakakah yang mereka cari???? apa sukses itu kalio ponya lkerjaan baik, harta perlimah, dan rumah bagus???

ini hanya sepintas fikir saja kawan 

Rabu, 10 Mei 2017

kadang kala tapi sering

apaya yang disebut sering tapi dilakunan dengan kadang kala.,, aku mulai berfiqirr   apayaaaaa
nah itulah pertanyaan ku pak. heee

entah ni mau nulis apaa

apayaaa,, itulah isi  pikiran ku saaat ini, yang sedang berpikir apa yang harus aku tuliskan di blog ini untuk memenuhi tugas dari kak habibi, memutarkan otak sembaring santai ,enikmati kopi hitam yang bdi suguhkan intuk menemani tugas ku mala, ini, karena kopilah yang bisa menyemangati dari dalam dengan nya aku segar ngantukpun jadi hilang, sembaring mendengarkan musik-musik yang sedang aku pelajari bahasanya yahh lagu laguninggris gittu, padahal mah bingungg gx tau apa artinya

MENTARI PAGI MENYEMANGATI LARIKU

suasana pagihari setelah subuh sangatlah segar dan menyegarkan, sagat sayang jika hanya untuk melanjutkan tidur, aku bangkit langsung menatap bumi dengan mata terpejam sekaipun aku sadar, sambil membuat schedul apa yang akan dikerjakan hari ini, dan 5 vocabbulary yang akan di kuasai hari ini, setalah itu aku mendengarkan conversation inggris yang asli dari ammerika, yahhhh hanya sebuah audio dari hp xiomi ku yang terbaru sekalpun bukan type yang bagus, tapi itulah bentuk rasa syukur kita selalu memanfaatkan apa yang kita miliki tanpa mencela, aku melnjutkan dengan serius tanpa menghiraukan suara motor ataupun mobil yang mulai menambah suara bising yang awalnya adem ayem tenang karena memqeng kos ku tepat dekat jalan yang dering orang oreng lin tasi, pada hari ini adalah hari iminggu , yahh jadwal buat lari pagii, ganti baju dan brangkat ke tambak boyo yang ada di sekitar UPN

baik di cela jahat dibela

yah inilah hidup kadangkala tidak sesuai dengan harapan, banyak rintangan yang akan kita hadapi saat kita melangkahkan kaki, emtah itu siang ataupun malam, sekalipun sore ataupun pagi, jam berapapun pasti akan menemukan sesuatu yang kadang kala tidak seiring dengan akal dan logika kita, tapi jangan khawatir itu semua sesuatu yang lajim, sesuatu yang biasa tanpa harus dipikir resah namun harus tetq[ dihadapi, apauapun yang terjadi,